Asal Bahasa Manusia

Sebenarnya studi tentang bahasa, termasuk tentang asal usul bahasa atau glottogony sudah lama dilakukan para ilmuwan, namun tidak diperoleh pengetahuan yang memadai tentang asal usul Bahasa. Yang diperoleh justru pengetahuan tentang cabang-cabang ilmu bahasa, seperti sosiolinguistik, psikolinguistik, antropolinguistik, etnolinguistik, geolinguistik, biolinguistik, filsafat bahasa dan sebagainya (Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si).

Sebelum bahasa ditemukan, diperkirakan manusia berkomunikasi menggunakan suara-suara yang dihasilkan oleh mulut dan melalui gerakan tubuh saja. Lalu kemudian otak manusia berevolusi dan berkembang sehingga dapat memahami hal-hal yang lebih sulit. Manusia kemudian mulai menamai benda, makanan, hingga sebuah situasi menjadi sebutan yang mudah diucapkan dan diperkirakan meniru sumber suara benda tersebut.

Setelah itu perlahan-lahan manusia bisa berbicara dengan menggabungkan 2 kata yang berbeda, dan kemudian berkembang menjadi bahasa. Sedangkan bahasa yang beraneka ragam dan berbeda-beda di setiap negara disebabkan oleh isolasi budaya yang terjadi di zaman nenek moyang manusia. Saat itu, nenek moyang kita melakukan migrasi ke berbagai negara di dunia untuk mencari sumber makanan.

Nah, isolasi budaya ini membuat munculnya bahasa yang berbeda di setiap negara ini disesuaikan dengan kondisi alam, makanan, dan makhluk hidup lain di sekitarnya.Isolasi inilah yang menyebabkan bahasa di tiap negara atau daerah menjadi berbeda.

Pada  abad  ke-5  SM,  Herodotus  mengatakan  bahwa  Raja Psammetichus  mengadakan  penyelidikan  tentang  bahasa pertama. Menurut sang raja kalau bayi dibiarkan ia akan tumbuh dan berbicara bahasa asal. Untuk penyelidikan tersebut diambilah dua  bayi  dari  keluarga  biasa,  dan  diserahkan  kepada  seorang pengembala  untuk  dirawatnya.  Gembala  tersebut  dilarang berbicara sepatah kata pun kepada bayi-bayi tesebut. Setelah sang bayi  berusia  dua  tahun,  mereka  dengan  sepotan  menyambut  si gembala  dengan  kata  ”Becos!”.  Segera  si  penggembala  tadi menghadap  Sri  Baginda  dan  diceritakannya  hal  tersebut.  Psammetichus segera menelitinya dan berkonsultasi dengan para penasehatnya.  Menurut  mereka  becos  berarti  roti  dalam  bahasa Phrygia; dan inilah bahasa pertama. Cerita ini diturunkan kepada orang-orang  Mesir  Kuno,  hingga  menurut  mereka  bahasa Mesirlah bahasa pertama (Bloomfield, 1995: 2).


Pada awalnya bahasa manusia sama dan bahasa hewan sama, dilihat dari bahasa emosi perasaan jengkel atau jijik terlahirkan  dengan  mengeluarkan  udara  dari  hidung  dan mulut, tedengar sebagai “Pooh”  atau “Pish”Tidak ada yang namanya 'teori asal-mula bahasa', dikarenakan bahasa bukanlah sebuah adaptasi terpisah tapi sebuah aspek internal yang lebih luas dinamakan, kultur simbolis manusia secara keseluruhan. Terdapat perbedaan antara bicara dan bahasa. Bahasa tidak harus selalu diucapkan: ia bisa saja tertulis atau diisyaratkan. Bicara adalah salah satu metode di antara sejumlah metode berbeda dalam menterjemahkan dan mentrasmisikan informasi linguistik, walaupun bisa dibilang yang paling alami.

Komentar